Terduga Teroris Asal Ngawi Ini Terbilang Anak Kreatif Dari Keluarga Mapan

Terduga Teroris Asal Ngawi Ini Terbilang Anak Kreatif Dari Keluarga Mapan

post by Fuad Mishbahu Surur 11 Desember 2016

SIAGAINDONESIA-Sesuai penelusuran terhadap KF (22) terduga teroris asal Ngawi, Jawa Timur, yang ditangkap kemarin pagi, Minggu (11/12), merupakan keluarga dari orang mapan. Rumah bangunan bercat kuning bernomor 20 dengan ukuran sekitar 15 x 25 meter ini merupakan rumah kedua orang tuanya Rifai (45) dan Juhariah (44) yang berada di Dusun Gebang, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren.
Seperti diketahui Rifai bapak dari terduga teroris ini merupakan Kepala Sekolah (Kasek) SDN Gendingan 1, Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren. Sedangkan ibunya Juhariah satu-satunya pengusaha konveksi bertaraf sedang di lingkunganya dan telah memiliki beberapa orang karyawan. Meski dilahirkan dari keluarga mampu, KF selama ini dikenal cukup kreatif dalam aktivitasnya dirumah.
Sukardi Kepala Desa Walikukun mengatakan, KF anak kedua dari empat bersaudara pasangan Rifai dan Juhariah selama ini memang tercatat sebagai mahasiswa semester akhir jurusan ekonomi syariah disalah satu kampus di Solo. Saat dirumah disela-sela masa kuliahnya KF memang sambil berternak sapi meskipun dua ekor. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pakan, KF membuat pakan dari jerami melalui proses fermentasi.
“Anaknya itu kreatif saat dirumah selain biasa membantu disawah orang tuanya, KF juga berternak sapi dengan pakan hasil fermentasi berbahan jerami itu. Dan perilaku keseharianya sebatas yang saya ketahui itu biasa saja dan wajar seperti anak lainya,” kata Sukardi, Senin (12/12).
Dia menyebut, sebelum ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri pagi kemarin, KF sekitar pukul 06.00 WIB sempat mengantar sarapan ke pekerja yang di sawah sebelum pamit pergi ke Solo. Setelah mendengar kabar penangkapan lanjut Sukardi, kedua orang tuanya dirumah kaget tidak karuan.
“Orang tuanya memang kaget dan bertanya terus kepada petugas maupun ke saya ada apa gitu. Memang orang tuanya ini sama sekali tidak tahu sebab musabab anak keduanya ditangkap dan terjerat permasalahan apa maklum saja saat dirumah memang tidak menunjukan gelagat yang aneh-aneh,” beber Sukardi.
Sukardi mengakui, jika KF ini memang masa sekolahnya sampai kuliah banyak dituntaskan di Solo mulai dari bangku SMP hingga SMA. Didasari hal itu kedua orang tua KF maupun kerabat dan tetangganya kata Sukardi tidak tahu sama sekali sepak terjangnya sampai tertangkap petugas atas dugaan terlibat dalam jaringan teroris. (pr)
Newest
Previous
Next Post »